20/03/10

Warung Komby, Menikmati Masakan Tradisonal Khas Jawa di Alam Terbuka


21 January 2010

Menghadirkan tempat bersantap dengan suasana outdoor yang nyaman merupakan konsep yang diusung Warung Komby. Warung hasil besutan Martin dan Yosep ini menyajikan sederet menu masakan tradisional khas Jawa nan lezat. Serasa di Malioboro? Renny Arfiani

Makan atau sekedar hang out di café tentu sudah biasa. Apalagi di café yang mengusung konsep indoor. Tapi pernahkah Anda merasakan bersantap sambil menikmati suasana outdoor yang temaram dengan ditemani semilir angin malam Jakarta? Ada café yang memiliki konsep lesehan seperti di Yogyakarta, dimana pengunjung bisa menikmati makanan yang disediakan sambil duduk berselonjor ditikar anyaman dengan dialasi bantal duduk. Café unik ini bernama Warung Komby. Terletak di pinggiran kota Jakarta, jauh dari hiruk pikuk kota besar.

Disebut warung karena sejatinya makanan yang dijual mirip dengan makanan di warung-warung pinggir jalan Malioboro. Tak aneh jika sebagian besar makanan dan minuman yang disediakan adalah kuliner tradisonal khas Jawa. Meski demikian ada juga makanan dan minuman yang sudah dikombinasikan sehingga menjadi lebih modern menyesuaikan selera pasar.


Warung dengan konsep café outdoor ini baru berdiri pada 10 Januari 2009. Pemiliknya, Martin dan Yosep sengaja memilih konsep outdoor yang yang diyakini belum banyak diusung oleh kebanyakan café di Jakarta. Warung tersebut berdiri diatas pelataran bengkel dimana pemiliknya juga kenalan Martin. “Café ini bisa dibangun disini karena kita juga kenal dengan pemilik bengkel, jadi tidak terlalu sulit membuat konsep luar ruangan seperti ini”, jelas Torry selaku Supervisor Operasional Warung Komby.


Konsep café outdoor yang dibangun diatas pelataran bengkel ini, memberikan layanan berbeda. Misalnya pengunjung diberikan kebebasan memilih sendiri makanan dan minuman yang tersaji diatas mobil kombi yang telah dimobifikasi. Inilah yang menjadi inspirasi penamaan Warung Komby yang juga menjadi singkatan dari KOlaborasi Martin Bareng Yosep. Setelah menentukan menu, staf café akan memberi pilihan akan dimasak dengan cara apa makanan yang telah dipilih tadi. Mau dibakar, digoreng atau dikremes, selera terserah pada pengunjung. Tak lebih dari 10 menit menu sudah dapat
dinikmati. Ditemani alunan musik yang cukup menghentak menambah semangat, membuat pengunjung serasa berada di lantai dugem. Suasana akan berbeda jika pengunjung datang pada hari sabtu malam, sebab Warung Komby akan menghadirkan live music dengan sajian lagu-lagu akustik

Menu khas Jawa yang ditawarkan Warung Komby cukup beragam, diantaranya berbagai macam nasi dan mie goreng Jawa, ayam, bebek, sate udang, cumi, paru, usus yang disajikan dengan bumbu khas Warung Komby. Minuman khas Jawa pun juga tersedia, ada teh jowo, teh poci, teh merah, wedang jahe, wedang uwuh dan kopi tumbuk. “Makanan dan minuman disini mayoritas adalah kuliner Jawa, tetapi bumbu sudah disesuaikan agar bisa diterima segala kalangan”, lanjut Torry.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 95/Juni 2009

0 komentar: