20/03/10

Iniko Toys Café, Menggabungkan Kebiasaan Bermain Sambil Bersantap


10 March 2010

Koleksi mainan langka yang jumlahnya cukup banyak, memberi inspirasi bagi Budi Santoso Liman untuk membuka café yang dilengkapi fasilitas bermain. Tidak disangka respon dari pengunjung sangat positif. Renny Arfiani

Ryan terlihat lahap mengunyah makanan yang disuapkan oleh mamanya. Padahal, bocah empat tahun ini paling susah setiap kali disuruh makan. Selalu ada alasan untuk menghindar. Namun, tingkah ‘nakalnya’ itu justru tidak terlihat jika ia disuapi sambil menikmati permainan yang disukainya. Maka tidak terasa satu box tempat nasi dan lauknya habis dilahapnya. Memang, perilaku semacam ini, bukan hal aneh buat anak seusia Ryan. Sebagian besar anak merasa nyaman ketika mereka bersantap sambil bermain.

Barangkali hal semacam itu terlihat sepele. Tapi tidak demikian bagi Budi Santoso Liman. Pemilik Iniko Toys Cafe ini menyuguhkan cafe dengan konsep entertainment dinning, yakni menggabungkan kenikmatan bersantap dengan euphoria bermain. Boleh jadi, dahulu ritual makan selalu diidentikkan dengan ketenangan dan kesopanan jauh dari kesan ingar-bingar aktivitas. Namun sekarang tren telah menggeser kebiasaan tersebut, makan bisa diselingi dengan bermain.


Keinginannya untuk mendirikan cafe tersebut juga terinspirasi dari begitu banyaknya koleksi mainan langka miliknya yang hanya terpajang di lemari rumahnya. Ia berpikir ”Kenapa mainan itu tidak dijadikan sebagai dekorasi pada interior sja pada cafe yang hendak dibangun?” Dengan dibantu tim khusus Budi mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Semisal, membuat diorama untuk setiap item mainan berukuran kecil dan mengubah ruangan café menjadi seperti suasana di dalam pesawat luar angkasa.

Budi membutuhkan sedikitnya tiga tahun untuk merampungkan semua konsep yang ia buat. Tepat tanggal 12 Desember 2008 Iniko Toys Café yang teletak di bilangan Senopati resmi dibuka. Tidak perlu waktu lama agar cafenya bisa dikenal oleh semua kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa. Kenuikan konsep tadi sudah dengan sendirinya menarik perhatian. Bukan hanya kolektor mainan saja yang penasaran dengan koleksi mainan di Iniko, namun juga para petualang kuliner yang penasaran untuk mencoba menu masakan yang ditawarkan.

"Saya membuat konsep café seperti ini tidak hanya untuk menjual suasananya saja tetapi kualitas makanan disini juga bisa bersaing. Jadi pengunjung yang datang beragam ada yang hanya ingin bermain ada juga yang ingin mencicipi masakan," ujar pria kelahiran Surabaya 16 Desember 1971.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 98/September 2009.

0 komentar: