21/03/10

Harga Minyak di Asia Melemah

25/02/2010 15:41:58 WIB
SINGAPURA, investorindonesia.com

Harga minyak terjungkir dari sebelumnya naik di perdagangan Asia, Kamis, setelah berjuang untuk memperoleh dukungan di atas 80 dolar AS per barel, dengan pasokan minyak mentah dunia masih melebihi permintaan.

Kontrak utama berjangka minyak jenis light sweet crude di New York untuk pengiriman April turun 32 sen menjadi 79,68 dolar AS per barel pada siang hari.

Sementara di London, harga minyak Laut Utara Brent untuk pengiriman April turun 29 sen menjadi 77,809 dolar AS per barel.

"Bukan kejutan jika minyak terdesak kembali di bawah 80 dolar. Beberapa resiko penurunan minyak masih tetap ada, seperti masalah utang di Eropa," kata Victor Shum dari konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura, seperti dilansir AFP yang diberitakan Antara.

"Sejak tahun lalu, minyak diperdagangkan terutama antara 70-80 dolar AS per barel. Sangat sulit untuk mendongkrak ke atas dan bertahan di atas 80 dolar karena resiko penurunan dan berlanjutnya pelemahan permintaan dan tingginya cadangan."

Di New York, minyak mentah naik 1,14 dolar AS di perdagangan, Rabu, setelah komentar pimpinan bank sentral AS, Federal Reserve, Ben Bernanke, membuat dolar melemah, mendorong permintaan dari pembeli yang memegang mata uang kuat.

Bernanke, Rabu, mengatakan bank sentral AS akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah untuk rentang waktu yang panjang karena pemulihan ekonomi yang berjalan lamban.

Ketua Fed kepada Komite Jasa Keuangan DPR AS menyatakan bahwa ia melihat angka pengangguran yang tinggi tidak mau berubah, yang akan memaksa Fed mempertahankan kebijakan stimulus moneter.

Clarence Chu, pedagang minyak pada Hudson Capital Energy di Singapura, mengatakan sulitnya mempertahankan harga minyak pada posisi lebih dari 80 dolar AS per barel, memperlihatkan bahwa pasokan global masih melampaui permintaan.

"Sentimen kembali meningkat selama beberapa hari lalu," kata Chu.

"Namun itu didukung oleh faktor fundamental. Jadi saya tidak berfikir bahwa minyak akan mendapat sokongan di 80 dolar dalam jangka pendek. (*)

0 komentar: