21/03/10

Citra Perempuan Dalam Media

Achmad Saptono | 21 Maret 2010 | 02:06

Ayahku selalu, berkata padaku, jadi laki-laki ga boleh nangis,

harus slalu kuat…(Superman ; the lucky)

Pagi hari setelah mencari kopi hangat dan sarapan, di jalan aku mendapati papan-pan iklan yang menempel di pohon dan tembok di pinggiran jalan. Sesampainya di kontrakan, di kamar aku terus berfikir “apakah ukuran cantik, ideal atau sempurnanya perempuan itu cuma ada pada bentuk/ukuran tubuhnya saja?”. Pertanyaan-pertanyaan itu terus bermunculan dalam kepalaku, namun di sisi lain dalam hati aku bertanya “Tapi bukankah ketika gender terus diperjuangkan maka secara tidak langsung akan mengeksploitasi masing-masing pihak baik itu pihak laki-laki maupun perempuan?”.

Lalu yang menarik lagi bagiku adalah kenapa para aktivis gender, sampai hari ini tetap konsisten memperjuangkan isu gender? Misal : Ada papan iklan di pinggir jalan yang bertuliskan “BUTUH ALAT UNTUK MEMPERBESAR PAYU DARA/ALAT KELAMIN? HUBUNGI 08xxxxxxxxxx”, atau iklan-iklan yang ada di televisi “INGIN KULIT PUTIH DAN TETAP CANTIK?” Nah, bagiku teks dalam iklan-iklan itu secara ga langsung mendeskripsikan bahwa parameter ideal perempuan adalah tergantung pada beberapa organ tubuh saja. Sama saja perempuan itu sedang di eksploitasi kan?

Akhirnya aku ingat apa yang di ungkapkan oleh TAMRIN TAMAGOLA, bahwa menurutnya terdapat 5 (lima) citra perempuan dalam iklan media massa, antara lain :

1. CITRA PIGURA: perempuan sebagai sosok yang sempurna dengan bentuk tubuh ideal.
2. CITRA PILAR: perempuan sebagai penyangga keutuhan dan penata rumah tangga.
3. CITRA PERADUAN: perempuan sebagai objek seksual.
4. CITRA PINGGAN: perempuan sebagai sosok yang identik dengan dunia dapur.
5. CITRA PERGAULAN: perempuan sebagai sosok yang kurang pede dalam bergaul.

Media massa di Indonesia tampaknya masih merupakan kekuatan konservatif, bukan progresif, bukan sebagai pendobrak nilai tapi sebagai penjaga status quo. Media masih mendiskriminasikan perempuan. Maaf, silahkan perhatikan iklan-iklan yang lainnya di media saat ini?

0 komentar: