
Sabtu, 20 Maret 2010 | 13:24 WIB
KOMPAS.com- Petinggi militer UK menegur Google, Jumat (19/2/2010), karena fitur Street View-nya berisiko membocorkan rahasia keamanan, yaitu dengan memasukkan foto mendetil daerah sekitar markas rahasia Special Air Service (SAS).
Gerbang masuk markas rahasia itu, di Credenhill, Herefordshire, sempat tampil di internet, padahal sebelumnya tempat ini dilarang ditampilkan di peta demi alasan keamanan. Markas itu sempat diberi label 'SAS Inggris' di peta online, dan bahkan ada tampilan 180 derajat dari sekeliling lokasi itu.
Pihak militer telah menegur agar Google mencabut foto-foto tersebut, karena dikhawatirkan bisa mengundang serangan teroris.
Paul Keetch, tokoh Liberal Demokrat dari Hereford, berkomentar, "Citra-citra itu sungguh tak boleh (ditampilkan) di zaman yang berisiko terorisme ini. Saya tak mau ada teroris yang mendapat ide dari foto-foto itu, dan akan sangat mengejutkan kalau fitur ini membantu musuh kita."
Ia juga menyatakan bahwa, memang banyak orang sudah tahu dimana markas itu, tapi masalahnya adalah kalau ada tampilan yang begitu mendetil sehingga aspek keamanan gedung itu terancam, maka itu bisa jadi masalah.
Tampilan satelit dari Google Earth juga bisa memberikan gambaran tata letak gedung dan jenis-jenis mobil yang diparkir di sana.
Tapi Google bersikeras untuk membela fiturnya itu. Jubir Google, Laura Scott menyatakan bahwa 20 persen dari populasi telah memakai Google Street View untuk mencari rumah untuk dibeli, dan fitur ini telah diluncurkan di 20 negara tanpa muncul masalah keamanan apa-apa.
"Google hanya mengambil gambar dari sudut pandang jalanan umum, tak ada bedanya dengan pemandangan yang dilihat orang kalau jalan melewati daerah itu, jadi tak ada ancaman keamanan yang berat. Kami bersedia mendiskusikan masalah apa pun yang mungkin timbul."
0 komentar:
Posting Komentar